Ternyata saya tidak menulis di blog ini sepanjang bulan Oktober. Ah, bulan Oktober yang panjang dengan berbagai kesibukan yang membuat saya lupa untuk kembali melawat.
Akhirnya baru kemarin saya kembali lagi. Mengubah beberapa pengaturan, termasuk URL blog ini. Agar lebih ringkas dan mudah diingat.
Musim asap di Pekanbaru akhirnya sudah lewat. Setelah dikecam dari segala penjuru mata angin, pemerintah pusat di Jakarta pada akhirnya memutuskan untuk menganggap lima juta warga Riau ini sebagai warga sah republik ini dan bekerja sedikit lebih keras dalam memadamkan asap.
Syukurlah hujan mulai turun pada awal bulan November ini, namun rupa-rupanya yang punya kuasa masih enggan bertindak lebih jauh dalam masalah ini selain menyiramkan air ke celah-celah gambut. Lha Presidennya pergi ke Amerika, sementara kepala stafnya menolak membeberkan nama-nama perusahaan pemanggang gambut di Riau.
Sukak hati bapak ajalah pak.
Apapun, aktivitas kembali normal di Pekanbaru. Seminggu penuh hujan lebat dapat sedikit-sedikit meredakan asap dan membuat rongga dada sedikit lebih longgar. Sekolah pun dimulai kembali, dan rencana-rencana yang tertunda mulai disusun ulang untuk hari depan. Termasuk pengukuhan majalah AKSI yang rencananya bulan September lalu, akhirnya ditetapkan pada akhir bulan ini. Hurrah!
Mungkin sekian saja coretan kali ini. Salah satu dampak kurang menyenangkan dari dimulainya kembali sekolah adalah tugas yang semakin menumpuk. Tampaknya bulan ini harus lebih banyak lembur untuk menggarapnya....